Day 17 of 21 Days Journey to You

Day 17 Activity

My dear beloved friends,

Bagaimana perjalanan anda di Day 16 selama dua hari ini sahabat-sahabat terkasihku? Saya akan menemani anda 5 hari lagi. Rasanya baru kemarin kita bermain bersama.

Bagaimana rasanya menyatu dengan segalanya. Setelah engkau luruh menjadi bukan apa2, bukan siapa2, dan anda saya minta melanjutkan bermain untuk bersatu dengan segalanya. Aneh ya? Hehehe….hanya bila engkau menghayati menjadi kosong maka engkau baru bisa bersatu dan menjadi segalanya. Saya sering menangis tersedu2 melakukan permainan2 ini. Kadang ada amarah karena ada ego yang tergores dan saya menceritakannya kepada kekasih hati saya di rumah. Jawaban dia, “But baby… you are nothing! You are nobody! Kamu bukan siapa-siapa!” Apa nggak membuat hati saya runyam luluh lantak mengerut bila disentil seperti itu. Saya hanya bisa menangis menyadari betapa kekuatan ego atas esensi diriku begitu kuat. Saya hanya bisa meneteskan air mata dan jatuh bersimpuh karena saya tahu bumi selalu siap memeluk saya. 1 2 3 lepaskan…. lepaskan…. diam… hening….. Dalam rengkuhan hening kusadari kembali kekosonganku. Kosong yang penuh.

Saya tahu kesulitan saya dan anda, karena kita terkondisi sejak kecil untuk merasa terpisah dengan segala dan seluruhnya. Begitu banyak proses pengkondisian yang menghambat kita untuk merasakan energi infinit yang mengalir itu. Bayangkan sejak lahir kita diberikan nama…. Jiwa yang luas ini akhirnya harus patuh pada keterpisahan, “ Kamu A, kamu bukan B. Jadi kalau saya panggil B jangan menyahut ya?”. Tak pernah kita diajarkan bahwa kita manusia infinit yang sedang mengalami pengalaman menjadi A. Tak pernah kita diajarkan bahwa Engkau Maha Besar yang sedang melihat dunia dari kacamata A. Yang dikondisikan adalah bahwa ada 6 bilyar manusia di dunia ini yang sedang memandang realitas yang satu dan bukan sebaliknya. Konsep-konsep inilah yang akhirnya memudahkan terjadinya perpecahan, dalam energi keras dan melekat. Konsep2 yang menegasi dan mengecilkan cinta dan kasih sayang. Konsep-konsep yang menegasi dan mengecilkan kebesaran Illahi.

Kembali ke “Infinite Being”……. Apa sih yang dimaksud dengan makhluk infinit, makhluk tak terbatas? Makhluk infinit adalah manusia yang mengijinkan energi tak terbatas itu untuk mengalir melalui dirinya. Kenapa? Karena consciousness akan mengatur semuanya, menyelaraskan yang perlu diharmoniskan, mendorong energi yang terhambat, membuang yang perlu dibuang, bekerja sama denganmu membiarkan keajaiban-keajaiban untuk menghampirimu. Makhluk infinit mengijinkan dirinya untuk melihat kemungkinan-kemungkinan yang tidak terbatas, perspektif yang tidak terbatas. Saat ini, begitu ruangmu meluas, kau akan mulai membiarkan energi infinit ini untuk mengalir melaluimu. Ruang diantara densitas, yang kosong tetapi memiliki kecerdasan yang luar biasa. Ruang kosong dimana penciptaan terjadi. Ruang tanpa konsep, ruang tanpa ego, ruang yang bermandikan cahaya Illahi, ruang yang bersalut cinta. Kekasihku, saya hanya ingin mengingatkanmu lagi dan lagi dan lagi dan lagi bahwa Engkau adalah Cahaya Cinta Illahi. Engkau adalah energi cinta yang mengalir bak air sungai mencari lautan. Bila kau memilih untuk hidup dari rasa takut bukan dari rasa cinta, maka engkau menjadi kolam yang kotor dan berbau. Energimu tidak mengalir dan stuck. Bila kau masih bersama saya disini di Day 17, saya sangat percaya bahwa Engkau sudah perlahan-lahan cukup lihai melihat dengan kaca mata batin yang bersih bagaimana energi infinit mengalir di dalammu dan di luarmu. Mata batinmu sudah bisa melihat lautan. Saya ingin bersama2 anda untuk memasuki ruang kreatifitas itu…..

Permainan malam ini dan sepanjang hari besok adalah berada dalam kesadaran kosong itu. Coba saja tangkap beberapa nano seconds engkau berada di ruang kreatifitas itu. Ceritakan kepada saya keajaiban apa yang menghampirimu. Ingat aturan main kita, “Tanpa intensi, tanpa keinginan, tanpa harapan”. Kesulitan terbesar adalah apakah anda mengijinkan diri anda melepaskan kebiasaan untuk selalu harus mencapai sesuatu, menjadi sukses, menghasilkan sesuatu, melakukan sesuatu. Apakah anda mengijinkan diri anda untuk tidak menunggu apapun juga, menunggu besok, menunggu masa depan, menunggu….menunggu. Lepaskan dulu menunggu itu. Hadir disini, saat ini, detik ini, bersama saya dalam kosongmu.

Tiada kata yang bisa kupakai untuk bilang, “I Love You

Love, light and laughter.

Namaste

 

Please follow and like us:

Leave a Reply

id Indonesian
X

Enjoy this 21 Days Journey to You online course? Please spread the word :)

Blog
Follow by Email
Facebook0
Facebook
Twitter
LinkedIn